IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea
<p style="text-align: left;"><span style="font-family: Cambria, Georgia, serif;"><span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;"><strong>IDEA : Jurnal Studi Jepang, starting in 2025 migrates to better secure from various unwanted things, including journal hacking and so on. To submit, the author please visit the new website page of our journal at the link <a href="https://idea-fisib.unpak.ac.id/">https://idea-fisib.unpak.ac.id/</a></strong></span></span></p> <p style="text-align: left;"><span style="font-family: Cambria, Georgia, serif;"><span style="font-family: Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;">IDEA Jurnal Studi Jepang yang di kelola oleh Program Studi Sastra Jepang Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya. Jurnal ini telah memiliki ISSN 265701757. Jurnal ini menerima artikel asli mengenai berbagai masalah penting dalam ilmu pengetahuan budaya, yang mencakup, tetapi tidak terbatas pada, ilmu susastra, linguistik, sejarah, cultural studies, seni, dan informasi yang berfokus pada pengkajian dan penelitian yang bermanfaat. Jurnal ini memuat secara seimbang berbagai artikel mengenai penelitian teoretis, empiris, komparatif, atau eksplanatoris. Semua naskah baik tulisan peserta didik di jenjang S1, S2, S3 maupun lulusan serta para ahli yang diterima akan diterbitkan dalam jaringan. Namun, sebelum di-review, semua naskah akan diperiksa orisinalitasnya. Jurnal ini akan di-review oleh dua orang reviewer dengan metode double blind. Submit dalam jurnal ini tidak dipungut biaya.</span></span></p> <p class="ListParagraph1CxSpMiddle">IDEA: Jurnal Studi Jepang mulai tahun 2019 terbit dua kali dalam setahun.</p> <p>Jurnal Studi Jepang telah terdaftar di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan telah memiliki <a href="http://u.lipi.go.id/1553485534">e-ISSN 2657-1757</a></p>Universitas Pakuanen-USIDEA : Jurnal Studi Jepang2657-1757Analisis Lanskap Linguistik pada Papan Tanda di Ruang Publik Rinku Town, Osaka, Jepang
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/9
<p>This research examines the linguistic landscape of public signage in Rinku Town, Osaka, Japan. Public spaces serve as arenas for communication, where signage plays a crucial role in conveying information effectively. This study focuses on the informational functions of the signages. Through qualitative methods such as observation and documentation, five types of public signs were analyzed based on their type and informational function. The findings reveal that signage in Rinku Town exhibits a simple yet informative design, with color distinctions giving two different informations. Additionally, mascot usage contributes to local identity representation. Language variations in signage are observed depending on the function of the places, with some including both Japanese and English and illustration for accessibility purposes. This study highlights the communicative significance of public signage, emphasizing its role in shaping linguistic landscapes.</p> <p> </p>Kadek Zesar Wijaya Kusuma KusumaPutu Arya MahayanaGede Satya Hermawan
Copyright (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-172025-12-1772586810.33751/idea.v7i2.9Interaksi Sosial dalam Ofuro pada Masyarakat Jepang
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/10
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis <em>ofuro</em> sebagai sebuah ruang sosial yang khas, di mana interaksi sosial masyarakat Jepang terbentuk dan diperkuat. <em>Ofuro</em> adalah bak mandi berbentuk kotak atau bulat dan berasal dari Jepang. <em>Ofuro</em> juga merupakan tempat atau sarana untuk kegiatan mandi yang dilakukan sendirian maupun bersama dengan orang lain dalam lingkup keluarga atau di luar anggota keluarga. Interaksi dan komunikasi dari kontak sosial yang terjalin di dalam <em>ofuro </em>dapat menumbuhkan rasa kebersamaan serta saling memiliki di antara individu yang satu dengan individu yang lain. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur, hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>ofuro</em> mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian seseorang. <em>O</em><em>furo</em> berfungsi sebagai <em>third place</em> (tempat ketiga) yang memfasilitasi komunikasi non-formal, pembentukan keintiman, dan penegasan nilai-nilai kolektivitas. Di samping itu, <em>ofuro </em>juga berfungsi sebagai penyetara dari perbedaan status yang dapat menciptakan hubungan sosial yang kuat dan dapat mengurangi kerenggangan sosial dalam keluarga ataupun masyarakat. Prosesi mandi yang dimulai dengan membilas badan sebelum berendam di bak air panas menciptakan kesetaraan status sementara. Ruang ini memungkinkan individu untuk melepas masker sosial (<em>tatemae</em>) dan mengekspresikan diri yang lebih otentik (<em>honne</em>), sehingga memperkuat ikatan dalam keluarga, komunitas pemandian umum (<em>sentō</em>), dan bahkan dalam konteks bisnis.</p>zainur fitriAkmalBertha Nursari
Copyright (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-172025-12-1772697410.33751/idea.v7i2.10Multilingual Linguistic Landscape on the Platform of Rinku Town Station
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/4
<p class="p1">This study examines the representation of language and multilingual information delivery strategies on signage and information boards at the platform of Rinku Town Station in Osaka, jointly used by two railway operators: JR West and Nankai. Situated in Izumisano, Rinku Town serves as a major tourist area and a key transit point for air travelers from Kansai International Airport. This research compares the language use and methods of information presentation by the two operators. Through qualitative observation and linguistic landscape analysis, the study finds that while Japanese remains the primary language, there are significant differences in the way foreign language information is presented. The Nankai side tends to provide more comprehensive and detailed information in four languages—Japanese, English, Mandarin, and Korean—whereas the JR side uses fewer languages and provides less detail. These differences reflect each operator’s communication strategy and approach to service, particularly in attracting foreign tourists, and highlight how multilingual information presentation in public transport spaces plays a crucial role in enhancing accessibility and user experience.</p>Daniel MakikamaNuria Haristiani
Copyright (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-172025-12-1772758210.33751/idea.v7i2.4Efektifitas Program Nihongo Jikan Bagi Pemagang Jurusan Bahasa Jepang di Perusahaan Ozora Publishing Company Jakarta
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/14
<p><strong>ABSTRAK: </strong>Penelitian ini membahas efektivitas program <em>Nihongo Jikan</em> bagi mahasiswa jurusan Bahasa Jepang yang menjalani magang di Ozora Publishing Company Jakarta tahun 2024. Program ini merupakan pembelajaran berbasis praktik yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa Jepang melalui percakapan, membaca teks, hingga presentasi dalam situasi yang mencerminkan dunia kerja nyata. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada tujuh mahasiswa dari empat universitas, serta analisis yang didasarkan pada teori <em>Experiential Learning</em> (Kolb, 1984) dan <em>Contextual Teaching and Learning</em> (Johnson, 2002). Hasil analisis menunjukkan bahwa para pemagang menghadapi kecemasan linguistik, keterbatasan kosakata, serta kesenjangan antara teori di perkuliahan dan praktik di tempat kerja. Namun demikian, <em>Nihongo Jikan</em> terbukti efektif dalam meningkatkan rasa percaya diri, keterampilan berbicara, serta pemahaman budaya kerja Jepang melalui praktik langsung dan interaksi sosial di lingkungan magang. Selain itu, program ini juga memberikan kontribusi penting sebagai sarana pembelajaran kontekstual yang mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan tuntutan dunia kerja, sehingga mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi lingkungan profesional yang berhubungan erat dengan budaya Jepang.</p> <p>Kata kunci<em>: </em><em>Nihongo Jikan, pemagang, bahasa Jepang, experiential learning, contextual teaching</em></p> <p><em> </em></p>Indun RoosianiMuhammad Rizky FirdausHerlina Sunarti
Copyright (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-172025-12-1772839110.33751/idea.v7i2.14Gairaigo Dalam Komik Doraemon Edisi Khusus
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/15
<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini membahas penggunaan <em>gairaigo</em> (kata serapan asing) dalam komik Doraemon Edisi Khusus karya Fujiko F. Fujio. <em>Gairaigo</em> merupakan kosakata dalam bahasa Jepang yang berasal dari bahasa asing, terutama bahasa Inggris, yang telah disesuaikan dari segi pelafalan dan penulisan menggunakan huruf <em>katakana</em>. Fenomena <em>gairaigo </em>mencerminkan pengaruh globalisasi dan perkembangan teknologi terhadap bahasa Jepang modern, di mana kata-kata asing diserap untuk menggambarkan konsep atau benda yang tidak memiliki padanan asli dalam bahasa Jepang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis-jenis <em>gairaigo</em> yang muncul dalam komik Doraemon Edisi Khusus serta menjelaskan fungsi penggunaannya dalam konteks linguistik dan budaya populer. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi terhadap teks komik. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan sepuluh kata <em>gairaigo</em> yang terdiri atas satu bentuk pemendekan (<em>truncated</em>), satu istilah semu (<em>pseudo term</em>), dua kata penggantian (<em>replacement</em>), dan enam kata perwakilan (<em>representational</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan <em>gairaigo</em> dalam komik ini tidak hanya berfungsi sebagai unsur bahasa yang memperkaya kosakata, tetapi juga sebagai sarana edukatif yang memperkenalkan istilah modern kepada pembaca muda. Selain itu, penggunaan <em>gairaigo</em> menggambarkan bagaimana bahasa Jepang beradaptasi terhadap pengaruh budaya Barat dan teknologi global. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kajian linguistik Jepang, khususnya dalam memahami proses adaptasi kata serapan serta peran <em>gairaigo</em> dalam pembelajaran bahasa dan budaya Jepang modern.</p>Vamelia Aurina PramandhaniSepta Wiki Dwi Cahyani
Copyright (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-172025-12-1772929910.33751/idea.v7i2.15Maskulinitas Tokoh-tokoh Pria dalam Cerpen Onna no Inai Otokotachi Karya Haruki Murakami
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/19
<p>Penelitian ini menganalisis representasi maskulinitas dalam antologi cerpen <em>Onna no Inai Otokotachi</em> (<em>Lelaki-lekaki Tanpa Perempuan</em>) karya Haruki Murakami dengan menggunakan kerangka tujuh area maskulinitas yang dikemukakan Janet S. Chafetz, yaitu penampilan fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakter personal. Selain itu, penelitian ini juga menautkan hasil analisis dengan konsep maskulinitas dalam masyarakat Jepang, khususnya figur <em>salaryman</em>. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra, melalui pembacaan teks, identifikasi data, dan interpretasi makna dalam konteks sosial budaya Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima tokoh utama—Kafuku, Kitaru, Dokter Tokai, Habara, dan Kino—merepresentasikan area maskulinitas secara beragam. Tidak semua tokoh memenuhi seluruh kategori maskulinitas Chafetz, melainkan hanya aspek tertentu yang dominan. Misalnya, Dokter Tokai menonjol dalam aspek penampilan fisik dan intelektual, Kino dalam aspek fungsional dan interpersonal, sementara Kafuku lebih banyak digambarkan melalui dimensi emosional dan karakter personal. Di sisi lain, representasi tersebut beririsan dengan konstruksi maskulinitas masyarakat Jepang, terutama figur <em>salaryman</em> yang disiplin, bertanggung jawab, dan menekan ekspresi emosional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa maskulinitas dalam karya Murakami bersifat parsial dan kontekstual, sekaligus merefleksikan realitas sosial Jepang kontemporer. Antologi ini tidak hanya menyoroti idealisasi maskulin, tetapi juga menampilkan kerentanan dan kesepian laki-laki sebagai konsekuensi dari tuntutan gender dan budaya.</p>Safira SalsabilaFithyani Anwar
Copyright (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-172025-12-177210010810.33751/idea.v7i2.19Peminjaman Kosakata Bahasa Jepang pada Kemasan Produk Mie Instan di Indonesia
https://idea-fisib.unpak.ac.id/index.php/Idea/article/view/21
<p>Penelitian ini mengkaji penggunaan kata-kata berbahasa Jepang pada kemasan mie instan merek Indomie dan Nissin sebagai bagian dari fenomena peminjaman bahasa dan strategi pemasaran. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis bentuk serapan, jenis adaptasi linguistik, serta makna yang dibangun melalui penggunaan istilah Jepang pada kemasan produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata seperti <em>ramen, tori kara, miso, shoyu, takoyaki, yakisoba,</em> dan <em>gekikara</em> digunakan untuk menandai varian rasa serta menciptakan citra produk yang autentik dan khas Jepang. Beberapa kata mempertahankan bentuk aslinya, sementara lainnya mengalami penyesuaian terutama pada aspek fonologi. Secara maknawi, istilah Jepang tidak hanya berfungsi sebagai penanda rasa, tetapi juga membangun asosiasi konotatif mengenai keunikan, modernitas, dan kualitas kuliner Jepang. Temuan ini menunjukkan bahwa peminjaman bahasa pada kemasan produk tidak hanya berperan dalam komunikasi informasi, tetapi juga dalam pembentukan identitas visual dan strategi branding industri makanan.</p> <p> </p> <p><strong>Kata kunci:</strong> peminjaman bahasa; kosakata Jepang; mie instan; loanwords; kemasan produk.</p> <p> </p>Heny Kurniawati
Copyright (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang
https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0
2025-12-172025-12-177210911810.33751/idea.v7i2.21