Analisis Kebutuhan Model Pembelajaran Berbicara Bahasa Jepang Berbasis Pemahaman Lintas Budaya
DOI:
https://doi.org/10.33751/idea.v8i1.35Kata Kunci:
Cross-Cultural Understanding , Japanese Language Communication, Learning Model, Project-Based LearningAbstrak
Penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan sebagai tahap awal dalam pengembangan model pembelajaran berbicara bahasa Jepang yang berlandaskan pemahaman lintas budaya. Analisis kebutuhan dilakukan melalui survei angket terhadap mahasiswa serta Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan dosen pengajar bahasa Jepang. Tujuan analisis ini adalah untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai kondisi pembelajaran saat ini, permasalahan yang dihadapi dalam proses pembelajaran, kesenjangan antara teori dan praktik, serta harapan mahasiswa terhadap pembelajaran yang mereka jalani. Hasil yang diperoleh pada tahap ini menjadi landasan dalam pengembangan model pembelajaran berbicara bahasa Jepang dengan mengintegrasikan pendekatan Project Based Learning (PjBL) berbasis pemahaman lintas budaya dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pelaksanaan pembelajaran diharapkan menjadi lebih efektif dan lebih selaras dengan kebutuhan nyata mahasiswa.
Referensi
Canale, M., & Swain, M. (1980). Theoretical bases of communicative approaches to second language teaching and testing. Applied Linguistics, 1(1), 1–47.
Canale, M. (1983). From communicative competence to communicative language pedagogy. In J.C. Richards & R.W. Schmidt (Eds.), Language and Communication (pp. 2–27). London: Longman.
Celce- Murcia, M., Dörnyei, Z., & Thurrell, S. (1995). Communicative competence: A pedagogically motivated model. Issues in Applied Linguistics, 6(2), 5–35.
Hymes, D. (1972). On communicative competence. In J.B. Pride & J. Holmes (Eds.), Sociolinguistics (pp. 269–293). Harmondsworth: Penguin.
Brown, P., & Levinson, S. C. (1987). Politeness: Some universals in language usage. Cambridge: Cambridge University Press.
Thomas, J. (1983). Cross-cultural pragmatic failure. Applied Linguistics, 4(2), 91–112.
The Japan Foundation. (2010). JF Standard for Japanese-Language Education. Tokyo: The Japan Foundation.
The Japan Foundation. (2017). JF Standard for Japanese-Language Education (Revised Edition). Tokyo: The Japan Foundation.
Larmer, J., Mergendoller, J., & Boss, S. (2015). Setting the standard for project based learning. Alexandria, VA: ASCD.
Thomas, J. W. (2000). A review of research on project-based learning. San Rafael, CA: Autodesk Foundation.
Bell, S. (2010). Project-based learning for the 21st century: Skills for the future. The Clearing House, 83(2), 39–43.
Schewe, M. (2013). Taking stock and looking ahead: Drama pedagogy as a gateway to a performative teaching and learning culture. Scenario, 7(1), 5–27.
Siris rimangkorn, L. (2018). The use of project-based learning focusing on drama to promote speaking skills. Advances in Language and Literary Studies, 9(6), 14–20.
Yuniarsih. (2004). Pembelajaran percakapan bahasa Jepang dan permasalahannya. Jakarta: UNJ Press.
Yuniarsih. (2005). Strategi pengembangan kemampuan berbicara bahasa Jepang mahasiswa. Jurnal Pendidikan Bahasa Jepang, 3(1), 45–56.
Yuniarsih, & Yasunori, M. (2019). Integrasi pemahaman lintas budaya dalam pembelajaran bahasa Jepang. Jurnal Bahasa dan Budaya Jepang, 12(2), 87–102.
Yuniarsih, et al. (2021). Model pembelajaran percakapan berbasis proyek dalam pendidikan bahasa Jepang. Jurnal Pendidikan Bahasa Asing, 15(1), 23–38.
Yuniarsih, et al. (2022). Pengembangan pembelajaran drama untuk meningkatkan kompetensi komunikasi mahasiswa. J-Litera, 21(2), 115–130.
Yuniarsih, et al. (2024). Cross-cultural based project learning in Japanese conversation class. International Journal of Language Education, 8(2), 145–160.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Idea : Jurnal Studi Jepang

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







