Bentuk dan Motif Gaya Bahasa Litotes dalam Bahasa Jepang
DOI:
https://doi.org/10.33751/idea.v8i1.45Kata Kunci:
Japanese language, language style, Litotes, politeness motives, pragmatic linguisticsAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi bentuk dan motif gaya bahasa litotes dalam bahasa Jepang pada tuturan tokoh anime, drama, dan film Jepang. Latar belakangnya adalah peran bahasa sebagai alat komunikasi dan cerminan budaya Jepang yang menjunjung kesopanan, sehingga penutur sering menggunakan ungkapan halus dan merendah. Litotes mencerminkan nilai tersebut, namun maknanya kerap tersirat dan bergantung pada konteks, sehingga menarik untuk diteliti. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan pragmatik. Data dikumpulkan melalui teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat, lalu dianalisis dengan teknik pilah unsur penentu. Teori yang digunakan meliputi bentuk litotes menurut Hollander (1938) dan motif litotes menurut Osmankadic (dalam Mokhlos & Mukheef, 2020). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk yang dominan adalah penyangkalan positif dan tanpa negasi, sedangkan motif utama adalah kesopanan. Temuan ini menunjukkan bahwa litotes merupakan strategi berbahasa yang mencerminkan nilai sosial budaya Jepang, terutama dalam menjaga keharmonisan dan kerendahan hati dalam berkomunikasi
Referensi
Anugrah, Z. (2018). Bahasa Litotes pada Rangkaian Acara Pernikahan Appau-pau di Desa Bonea Timur. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Chaer, A., & Agustina, L. (2004). Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Fauzi, M., Junaidi, & Islami, Q. (2017). Analisis Litotes dalam Drama Macbeth Karya William Shakespeare: Kajian Sosiopragmatik. Jurnal Pustaka Budaya, 4(1), 46–54.
Hollander, L. M. (1938). Litotes in Old Norse. PMLA, 53(1), 1–33.
Keraf, G. (2010). Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Leech, G. (1993). Prinsip-Prinsip Pragmatik (M. D. D. Oka, Trans.). Jakarta: Universitas Indonesia.
Mokhlos, W., & Mukheef, A. A. (2020). A Pragmatic Study of Litotes in Trump’s Political Speeches. International Journal of Innovation, Creativity and Change, 11(3), 1–12.
Neuhaus, L. (2016). On the Relation of Irony, Understatement, and Litotes. Pragmatics & Cognition, 23(1), 117–149.
Rahardi, K. (2005). Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Robinson, D. (2014). Western Translation Theory from Herodotus to Nietzsche. New York: Routledge.
Seto, K. (2002). Nihongo no Retorikku: Bunsho Hyougen no Gihou. In Japan: Inawami. Tokyo: Iwanami Shoten. https://user.keio.ac.jp/~rhotta/hellog/2015-04-27-1.html
Sudaryanto. (1993). Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa: Pengantar Penelitian Wahana Kebudayaan secara Linguistis. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Tarigan, H. G. (2013). Pengajaran Gaya Bahasa. In (No Title). Bandung: Angkasa.
Triana, L. (2018). Gaya Bahasa dalam Cerpen Aki No Ame Karya Yasunari Kawabata. Universitas Diponegoro.
Waridah, E. (2017). Kumpulan Lengkap Peribahasa, Pantun, & Majas. Jakarta: Bmedia.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Idea : Jurnal Studi Jepang

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







