Maskulinitas Tokoh-tokoh Pria dalam Cerpen Onna no Inai Otokotachi Karya Haruki Murakami
DOI:
https://doi.org/10.33751/idea.v7i2.19Abstrak
Penelitian ini menganalisis representasi maskulinitas dalam antologi cerpen Onna no Inai Otokotachi (Lelaki-lekaki Tanpa Perempuan) karya Haruki Murakami dengan menggunakan kerangka tujuh area maskulinitas yang dikemukakan Janet S. Chafetz, yaitu penampilan fisik, fungsional, seksual, emosional, intelektual, interpersonal, dan karakter personal. Selain itu, penelitian ini juga menautkan hasil analisis dengan konsep maskulinitas dalam masyarakat Jepang, khususnya figur salaryman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra, melalui pembacaan teks, identifikasi data, dan interpretasi makna dalam konteks sosial budaya Jepang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lima tokoh utama—Kafuku, Kitaru, Dokter Tokai, Habara, dan Kino—merepresentasikan area maskulinitas secara beragam. Tidak semua tokoh memenuhi seluruh kategori maskulinitas Chafetz, melainkan hanya aspek tertentu yang dominan. Misalnya, Dokter Tokai menonjol dalam aspek penampilan fisik dan intelektual, Kino dalam aspek fungsional dan interpersonal, sementara Kafuku lebih banyak digambarkan melalui dimensi emosional dan karakter personal. Di sisi lain, representasi tersebut beririsan dengan konstruksi maskulinitas masyarakat Jepang, terutama figur salaryman yang disiplin, bertanggung jawab, dan menekan ekspresi emosional. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa maskulinitas dalam karya Murakami bersifat parsial dan kontekstual, sekaligus merefleksikan realitas sosial Jepang kontemporer. Antologi ini tidak hanya menyoroti idealisasi maskulin, tetapi juga menampilkan kerentanan dan kesepian laki-laki sebagai konsekuensi dari tuntutan gender dan budaya.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 IDEA : Jurnal Studi Jepang

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.







